Papua – Polda Papua melalui program Polisi Bersama Masyarakat menggelar dialog interaktif bertema “Peran Generasi Muda dalam Menangkal Paham Radikal” di Stasiun TVRI Provinsi Papua, Rabu (28/10/2026).
Dialog yang berlangsung tersebut membahas pentingnya peran keluarga, masyarakat, dan generasi muda dalam mencegah penyebaran paham radikal, khususnya melalui ruang digital.
Dialog tersebut menghadirkan Kasatgaswil Papua Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Kurnia Hadi, dan tokoh muda Papua, Jansen P. Kareth, dengan dipandu presenter TVRI Papua, Ahmad Awantano. Kegiatan turut dihadiri Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P.,.
Dalam dialog tersebut, Kombes Pol. Kurnia Hadi menjelaskan bahwa tugas Densus 88 AT Polri mencakup penanganan tindak pidana terorisme sesuai ketentuan perundang-undangan, serta upaya pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan.
Ia menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap penyebaran propaganda ekstremisme melalui internet dan media sosial yang dapat menyasar anak-anak serta remaja. Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini melalui edukasi, pendampingan keluarga, penguatan literasi digital, dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Pencegahan tidak cukup hanya dengan membatasi penggunaan internet, tetapi juga harus disertai pendampingan dan edukasi. Anak-anak perlu dibimbing agar mampu mengenali informasi yang menyesatkan, tidak mudah terpengaruh propaganda kekerasan, serta menggunakan teknologi untuk kegiatan yang positif,” jelas Kombes Pol. Kurnia Hadi.
Ia juga menegaskan bahwa sikap kritis, perbedaan pendapat, maupun perilaku pendiam tidak dapat dijadikan dasar untuk langsung memberi label radikal kepada seseorang. Hal yang perlu diwaspadai adalah sikap yang membenarkan kekerasan atau menganggap kekerasan sebagai cara menyelesaikan persoalan.
Menurutnya, pendekatan terhadap anak dan generasi muda harus dilakukan secara humanis melalui komunikasi, kepedulian, serta pendampingan yang sesuai dengan kondisi masing-masing individu.
Sementara itu, tokoh muda Papua, Jansen P. Kareth, menyampaikan bahwa generasi muda membutuhkan ruang untuk berkembang, menyalurkan kreativitas, dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang bermanfaat. Kegiatan olahraga, diskusi, seminar, serta pengembangan seni dan budaya dapat menjadi sarana untuk membangun kebersamaan sekaligus memperkuat ketahanan generasi muda terhadap pengaruh negatif.
“Anak-anak muda membutuhkan lingkungan yang menerima, mendukung, dan memberikan kesempatan untuk berkembang. Karena itu, mari kita dorong mereka terlibat dalam kegiatan positif, menjaga hubungan baik dengan keluarga, serta memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan pesan yang membangun,” ujar Jansen.
Ia juga mengajak generasi muda Papua untuk menjaga jati diri, memperluas wawasan, dan berani memilih lingkungan pergaulan yang sehat. Menurutnya, dukungan keluarga, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan pemerintah sangat penting agar anak muda memiliki tempat yang aman untuk berdiskusi dan mencari solusi ketika menghadapi persoalan.
Melalui program Polisi Bersama Masyarakat, Polda Papua berharap dialog dan edukasi publik dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya literasi digital, memperkuat kepedulian terhadap generasi muda, serta mendorong terciptanya lingkungan sosial yang aman, inklusif, dan bebas dari ajakan kekerasan.(rd)


